Sabtu, 17 April 2010

Mobil Hemat Energi

Kecil, tanpa buntut, dan ringan. Mobil karya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini diciptakan untuk menembus jalanan padat di perkotaan. Tak hanya itu, pembuatan mobil ini dengan mengutamakan prinsip hemat energi serta ramah lingkungan. Mobil ini lahir dari sebuah proses yang panjang dari ilmuwan LIPI.

Proses pembangunan konsep dilakukan sekitar empat bulan. Desain mobil perkotaan yang berbentuk mini ekonomis ini, LIPI beri nama Hybrid atau mobil yang memadukan tenaga baterai dan bahan bakar minyak yang berasal dari generator. Rakitan sasis mobil menggunakan material besi biasa. peyempuranaan bodi mobil memakan waktu tujuh bulan. Sementara sistem kemudi bersifat manual dan ban menggunakan tipe standar 14 inci. Sedangkan kapasitas penumpang sebanyak 4 orang dewasa.

Agar berjalan sesuai tenggat waktu yang ditentukan, selama pembangunan sasis dan bodi, tim juga menguji motor listrik sebagai penggerak utama roda. Komponen motor listrik berasal dari Amerika Serikat menggunakan arus sekitar 235 ampere dan bertegangan sekitar 96 volt. Tak hanya itu, tim juga menguji merekam gelombang sinyal motor dari osciloscope serta melihat simulasi beban dengan alat voltmeter.

Uji motor dilakukan guna mengetahui kekuatan motor listrik dengan beban tertentu. Sementara kecepatan mesin diuji sampai 3000 rpm dan diukur pula tingkat ketahanan panas dari mesin. Uji motor listrik ini dilakukan selama delapan jam per hari.

Baterai dari sel acid menjadi tenaga utama mobil ini. Terpasang 16 baterai dengan total 96 volt dengan masa pakai mencapai tiga tahun. Harga satu batere diperkirakan sekitar Rp 1 juta. Selain baterai, mobil juga dilengkapi generator listrik yang berfungsi secara otomatis pada saat baterai mobil sudah hampir habis.

Kapasitas bateri serta arus yang dikeluarkan harus konstan. Dengan 16 baterai, mobil hybrid ini diperkirakan dapat menempuh jarak tempuh sekitar 70 kilometer. Bahan bakar mobil ini hanya listrik dari rumah yang langsung dicolok ke sistem pengisian baterai di mobil. Metode ini sederhana dan murah. Lama pengisian maksimal delapan jam. Kendaraan ramah lingkunga ini setara dengan 1.000 cc dan lajunya bisa mencapai 70 kilometer per jam. Dan yang utama, mobil ini tanpa emisi.

Sebuah protipe lain mobil hemat energi juga dibangun mahasiswa Teknik Mesin dan Industri Universitas Gadjah Mada, Yogjakarta. Bodi kendaraan ringan serta kokoh. Dirakit dengan menggunakan bahan fiber composite yang umum digunakan pada pesawat terbang. Mobil ini diberi nama Semar. Berdesain futuristik dengan menggunakan mesin yang berasal dari pemotong rumput berkapasitas 25 cc. Mesin menggerakan roda kecil sepeda dan menggunakan rantai konvensional.

Jantung bahan bakar tetap menggunakan bensin, tetapi super irit. Satu liter bensin mampu menggilas 400 kilometer perjalanan. Sementara sistem kemudi seperti sepeda dengan tiga perpindahan gigi. Untuk rangka mobil terbuat dari alumunium. Semua bahan dasar amat ringan yang membuat mobil semakin hemat bahan bakar.

Mobil ini hanya sebagai mobil konsep untuk menguji sistem kerja mesin yang hemat energi. Mobil ini memiliki kapasitas angkut satu orang. Dengan posisi mengemudi tidur untuk kepentingan aerodinamis. Mobil bisa meluncur hingga kecepatan maksimum 45 km per jam. Sementara penggerak roda belakang hanya satu untuk mengurangi beban bila dengan dua roda.

Tak hanya mahasiswa UGM, mahasiswa Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung juga membuat mobil konsep yang hemat bahan bakar. Desain serta motor penggerak menjadi faktor penting dalam merakit mobil. Tim menyusun rakitan dengan memperhitungkan sistem penggerak ban dan mesin. Tim memanfaatkan mesin pemotong rumput sebagai motor penggerak mobil berkapasitas mencapai 35 cc.

Mesin dari Amerika Serikat tersebut dimodifikasi sistem injeksinya. Injeksi dapat membuat energi bakar lebih efisien. Dengan memperhitungkan rasio kompresi atau perbandingan antara masukan bahan bakar dan udara. Sementara bearing diganti dengan bahan keramik. Dengan perubahan itu, diasumsikan gesekan dapat dikurangi sehingga mesin makin irit. Tim optimistis mobil bisa jalan dengan seliter bensin menempuh 1.000 kilometer.

Faktor aerodinamik dan pengendara di dalam mobil diperhitungkan. Mobil dibentuk futuristik agar sistem uji akan menghasilkan mobil yang mampu digunakan di masa depan. Hemat dan irit bahan bakar.

Bukan hanya Indonesia, negara lain juga berlomba mengubah budaya membakar minyak dengan energi baru. Seperti mobil dengan tenaga sinar matahari yang telah lama ditemukan. Memakai panel surya yang menyerap sinar matahari sebagi sumber penggerak mesin. Beberapa waktu lalu, mobil tenaga buatan Louis Palmer itu bisa bertandang dari Swiss ke Bali.

Selain itu, penggunaan tumbuhan semacam jagung serta jarak berbahan bakar etanol. Mobil bioetanol banyak diciptakan pada awal 2000-an. Mobil canggih ini kembangan dari inovasi teknologi dari abad 19. Di abad 20, saat harga minyak masih murah, produsen mobil tidak mengembangkan teknologi ramah lingkungan ini.

Inggris juga telah memproduksi mobil listrik dan membangun infrastruktur kendaraan hemat energi dan ramah lingkungan. Tenaga baterai bisa diisi di mana saja tempat listrik berada. Bahkan, bisa di rumah. Produsen mobil terkemuka dunia pun menciptakan mobil hybrid sport yang bertenaga baterai. Rata-rata mereka dapat menempuh jarak sejauh 80 kilometer. Kecepatannya tak kalah dengan mobil berbahan bakar minyak.

Semua produsen berlomba karena konvesi dunia menetapkan agar emisi kendaraan ditekan hanya 130 gram per kilometer pada 2012. Indonesia juga meratifikasi konvensi tentang penggunaan teknologi tenaga listrik. Sampai akhir 2009 silam, BPH migas mencatat konsumsi bahan bakar minyak untuk kendaraan mencapai 30,982 juta kiloliter.

Kini, sekitar 30 juta unit kendaraan terdapat di Indonesia. penggunaan kendaraan menyedot konsumsi minyak sekitar 47,1 persen dari total kebutuhan energi. Minyak terus dikeruk semakin langka dan mahal. Selain itu, bahan bakar fosil juga amat tak ramah lingkungan.

Di kota besar, polusi dari kemacetan menyesakan nafas bagi masyarakat. Emisi karbon yang dihasilkan sekitar 453 gram per kilometer perjalanan. Dalam kurun waktu lima tahun, sekitar 630 giga ton karbon dioksida telah mencemari udara yang kita hirup

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Atas Komentarnya

Template by : kendhin x-template.blogspot.com